Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Arti Profesi Pendidik Bagi Anda Para Pendidik ?



Suatu pagi saya sepintas membaca postingan di salah satu Grup Facebook  para pendidik. Seorang pendidik mengatakan, "guru dibayar untuk memperbaiki karakter dan akhlak anak-anak didiknya, pemain sinetron dibayar untuk merusak akhlak dan karakter anak didiknya" . Dari postingan tersebut saya menarik suatu garis bahwa memang idealisnya harus demikian.

Karena sudah seharusnya menjadi kewajiban pendidik itu memperbaiki akhlak dan karakter anak  didiknya. Namun jika kita sebagai pendidik hanya melihat dari sisi "dibayar nya berapa" artinya kita hanya melihat bahwa nominal uang menjadi ukuran kerja profesi, sehingga tidak ada bedanya profesi pendidik dengan buruh pabrik, tukang parkir ataupun pemain sinetron itu sendiri. Jadi kita sendiri lah yang "menjatuhkan" tujuan mulia dari profesi pendidik dengan pemikiran seperti itu.

" Ingat setiap pekerjaan itu ada tujuan dan risiko nya masing-masing "

Menurut pepatah orang Jawa, " sawang sinawang" yang artinya segala sesuatu hanya terlihat baik dari sudut pandang orang lain, padahal belum tentu dari sudut pandang yang bersangkutan.  Tidak elok membanding-bandingkan profesi pendidik dengan profesi lain, apalagi soal besarnya bayaran, apalagi kita seorang pendidik. Sebagai seorang pendidik seharusnya kita paham betul tujuan pendidikan karena kita ada di dalamnya.

Pertanyaannya,

Apakah kita yakin sebagai pendidik selama ini kita sudah memperbaiki akhlak dan karakter anak didik kita ? 

Atau justru sebaliknya, karena kelakuan dan perkataan kita yg tidak semestinya malah merusak karakter dan akhlak anak didik kita?

Jika misal kita berprofesi menjadi pemain sinetron, apakah kita bisa menjadi artis yang sukses dengan bayaran yang tinggi?

Semua kembali kepada bapak/ibu pendidik, bagaimana berpikir bijaksana menyikapi  profesinya. Seberapa  bermanfaat bagi peserta didiknya dan tentunya tetap menjaga sikap karena pendidik itu adalah teladan bagi peserta didiknya. Lakukan bagian kita karena rejeki sudah ada yang mengatur. Semua akan indah pada waktuNya Tuhan