Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Pemimpin Yang Baik Itu Harus Berempati ? (BAGIAN 4)

Pemimpin yang baik itu harus berempati dan itu tidak bisa ditawar lagi. Pemimpin harus tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya terhadap para bawahannya. Bawahan akan menjadi musuhnya ketika pemimpin tidak bisa merangkul dan tidak bisa memberi perhatian. Meskipun pemimpin sebagai pelaksana kebijakan atau bahkan membuat kebijakan, akan tetapi jika bawahan tidak mau mendukung maka pemimpin tidak ada harganya. 

Jika pemimpin tidak memiliki bawahan yang respek, pemimpin itu pastinya tidak dihormati dan pemimpin tersebut tidak memiliki kekuatan. Oleh karena itu berempati sangatlah penting bagi seorang pemimpin. Pemimpin yang tidak mampu berempati atau tidak punya empati lebih baik jangan jadi pemimpin. Jika pemimpin tidak mau terjun ke lapangan maka pemimpin tidak akan pernah bisa mengetahui kondisi bawahannya.

Apabila pemimpin hanya mengetahui kondisi bawahan berdasarkan laporan orang per orang maka pemimpin bisa diadu domba oleh para bawahan atau orang-orang yang punya kepentingan khusus. Hal itu bisa mengakibatkan terjadinya ketidak harmonisan di dalam organisasi. Bahkan pemimpin bisa juga akan dijatuhkan oleh orang-orang tertentu karena tidak bisa mengetahui  kondisi sebenarnya apa yang terjadi di lapangan yang dialami bawahannya

Pemimpin harus memahami cara memimpin yang baik dan  harus mengerti cara berempati. Berempati adalah mutlak bagi seorang pemimpin untuk ikut merasakan, mengerti dan memahami kondidi bawahannya. Pemimpin harus bisa menyenangkan bawahan dengan cara-cara elegan. Jika pemimpin bisa



berempati maka pemimpin akan mendapatkan  bawahan yang loyal serta mendapatkan para pendukung yang setia (SELESAI)